Produk pemutih wajah sekarang ini menjadi incaran. Krim pemutih wajah bukan saja dicari oleh individu yang berpigmen sawo matang, tapi juga berpigmen cokelat. Dari mulai seharga puluhan ribu hingga ratusan ribu, dari mulai yang terdaftar di badan POM hingga merk yang belum teruji aman secara klinis, semuanya diburu demi tujuan mendapatkan kulit yang putih.
Krim pemutih wajah yang berbahaya
Namun tanpa diketahui banyak juga produk krim pemutih wajah yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Dan ada juga konsumen yang padahal sudah mengetahui bahwa di dalam kandungannya terdapat zat berbahaya namun tetap saja menyepelekan akibatnya. Itu semua dijalani demi wajah putih dalam waktu singkat.
Padahal efeknya bukan membuat wajah menjadi putih tapi malah sebaliknya bisa membuat kulit lebih rusak dari sebelumnya (rebound effects) dan membahayakan organ tubuh lainnya (misalnya ginjal), serta bayi (bila sedang hamil atau menyusui). Bukan kulit putih yang didapat tapi sebaliknya malah memperburuk kondisi konsumen itu sendiri.
Kulit putih, atau lebih cerah, tidak bisa didapatkan secara instan. Jika ada krim pemutih yang menjanjikan bisa menjadikan kulit menjadi putih dalam waktu cepat, katakan hanya dalam beberapa minggu, maka anda patut waspada dengan bahan yang terkandung di dalamnya.
Bahan berbahaya yang biasanya dipakai adalah Merkuri, Rhodamin dan Hidrokuinon (Hq).
Merkuri memang bisa menghilangkan noda dan membuat warna kulit wajah menjadi putih dengan sangat cepat. Tapi kerusakan yang diakibatkan oleh merkuri mungkin akan bersifat permanen. Karena kandungan merkuri akan terus mengendap di bawah kulit. Setelah bertahun-tahun kulit akan biru kehitaman, bahkan dapat memicu timbulnya kanker. Toksisitas kronis berupa gangguan sistem pencernaan dan sistem syaraf atau gingvitis. Efeknya penggunaannya tidak dalam 1 atau 2 bulan, tapi efek jangka panjang ini yang harus ditakuti oleh konsumen.
Sedangkan krim pemutih kulit yang mengandung Hidroquinon di atas 2%, bisa menyebabkan efek rebound bila pemakaiannya dihentikan. Jika digunakan dalam waktu berbulan-bulan (di atas 6 bulan) dalam konsentrasi yang tinggi, ditambah kulit kita terkena paparan sinar matahari, maka akan menimbulkan kerusakan pada kulit. Spot kehitaman atau coklat justru bertambah. Bahkan bisa menimbulkan ookronosis, yaitu seperti kutil berwarna coklat kebiruan.
Demikian juga bila Hidroquinon termakan, maka zat ini dapat menyebabkan keracunan serius. Jika termakan mencapai kepekatan 5-15 gram akan menyebabkan kerusakan sel darah merah (sumber hanyawanita.com).
Mengharapkan hasil kilat seringkali bertolak-belakang dengan keamanannya sendiri. Lebih baik mengikuti prosedur perawatan klinis daripada menggunakan produk kosmetik yang belum diketahui keamanannya. Anda seharusnya memilih kosmetik yang aman, yang bekerja dengan perubahan secara bertahap, agar terhindar dari resiko gangguan serius di kemudian hari.
Produk Pencerah atau Pemutih Wajah?
Dan sebagian konsumen juga ada yang keliru persepsi, bahwa wajah kusam dan tidak merata warnanya akan bisa diatasi dengan memilih krim pemutih wajah.
Padahal solusinya bukan seperti itu. Memiliki kulit coklat sebagai pigmen bawaan sejak lahir, akan terlihat cantik apabila wajahnya menjadi coklat cerah. Wanita berkulit sawo matang sejak lahir akan terlihat cantik bila kulit wajahnya menjadi sawo matang cerah. Itulah kecantikan wajah alami. Tidak perlu tergiur dengan janji hasil yang instan, tidak perlu memakai kosmetik tebal, bahkan sama sekali tidak butuh kosmetik apapun untuk tampil di acara pesta atau aktifitas penting, bukankah itu dambaan setiap wanita?
Jadi sebaiknya sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk pemutih wajah, pilihlah cara mencerahkan wajah secara alami dan aman agar tidak membahayan kesehatan anda, atau bisa menggunakan pemutih kulit tubuh alami sebagai alternatifnya. Telah tersedia untuk anda produk pencerah wajah yang aman. Sebuah produk perawatan wajah yang tidak membuat ketergantungan, dan terhindar dari pengelupasan yang membuat wajah seperti kepiting rebus.


