Manfaat pelembab atau moisturizer serta krim anti-kerut

Manfaat Krim Pelembab

Berbeda dengan berbagai iklan dari krim pelembab dan krim anti-kerut, karena hasil riset tidak menunjukkan bahwa produk tersebut dapat mencegah proses penuaan dini dan kerutan. Baik yang disebabkan oleh usia lanjut, ataupun akibat paparan sinar matahari. Namun demikian, manfaat pelembab dan krim anti-kerut bagi kulit memberikan keuntungan dengan cara lain, diantaranya :

  1. Mencegah kerusakan yang disebabkan oleh kekeringan: Melindungi kulit dari faktor lingkungan dan kerusakan yang disebabkan oleh kekeringan akan membantu mencegah kemerosotan dalam penampilan, dan kualitas kulit wajah serta akan membantu menjaga teksturnya.
  2. Memberikan perlindungan: Lapisan minyak tipis pada permukaan kulit dapat melindunginya dari paparan faktor lingkungan seperti partikel jelaga, kotoran, dan debu.
  3. Memperbaiki penampilan kulit: Seperti yang dinyatakan sebelumnya, ketika kulit terjaga kelembabannya maka tampak lebih halus dan segar. Akibat sedikit membengkak, maka ada efek meratakan dan menghilangkan kerutan halus secara virtual. Pori-pori juga terlihat lebih kecil, karena kulit di sekitarnya sedikit membengkak. Pembengkakan ini sering dieksploitasi oleh pengiklan yang mengklaim sebuah efek “antiaging” dalam pemasaran berbagai produk pelembab.

Manfaat pelembab atau moisturizer dan kerutanWalaupun tidak semua orang membutuhkan krim pelembab, khususnya individu yang berjenis kulit berminyak, namun saat berada di kondisi udara kering dan angin dingin, maka krim pelembab tetap diperlukan. Individu yang sudah berusia lanjut biasanya mempunyai kulit yang lebih kering dibanding usia muda, sehingga membutuhkan produk pelembab lebih sering. Untuk mencegah dan menghilangkan kerutan di usia dini, anda membutuhkan pelembab atau krim anti-kerut.

Faktor pelembab alami

“Faktor pelembab alami” adalah kombinasi dari beberapa senyawa yang diproduksi di lapisan kulit. Terdiri dari sekitar 20% sampai 25% lapisan berkeratin. Senyawa ini berfungsi untuk mempertahankan kadar air dari lapisan berkeratin. Di antara senyawa yang menyusun faktor pelembab alami, antara lain : urea, asam laktat, asam likolat, fosfolipid, asam malat, asam piruvat, dan garam-garam dari asam karboksilat pirolidon. Senyawa-senyawa ini ditemukan di berbagai krim pelembab. Kulit yang nampak muda, lembut, halus, bebas kerutan dan lentur, adalah dambaan setiap individu.

Tapi dengan berlalunya waktu. maka tanda-tanda penuaan dini kemudian muncul. Misalnya pembentukan kerutan, munculnya bintik usia, dan kulit yang longgar. Perubahan ini terjadi di semua lapisan kulit. Perubahan ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Perubahan akibat proses penuaan alami, atau disebut juga dengan penuaan kronologis. Penuaan kulit adalah cerminan usia. Faktor genetik memiliki dampak yang besar dalam menentukan kualitas kulit dari waktu ke waktu. Genetika menentukan daya tahan kulit, mekanisme hormonal, dan ketebalan kulit (kulit yang lebih tebal cenderung tidak berkerut).

2. Perubahan karena faktor lingkungan: faktor utama di sini adalah radiasi matahari. Perubahan ini muncul di area tubuh yang terkena sinar matahari. Kontak yang terlalu lama dengan udara dingin, angin, dan polutan lingkungan seperti asap menyebabkan kerusakan kumulatif pada kulit.

1. Penuaan kronologis

Perubahan ini terjadi dengan bertambahnya usia, dan kerutan dan tanda penuaan muncul di semua bagian tubuh. Termasuk diantaranya, degenerasi serat elastin, degenerasi serat kolagen, dan penipisan kulit.

Serat Elastin. Tipis, fungsi serat elastin kulit mengalami proses degeneratif, berubah menjadi gumpalan serat berkualitas buruk. Perubahan dalam serat elastin adalah penyebab utama dari pengembangan kerutan, dan hilangnya elastisitas kulit.

Serat kolagen. Selain degenerasi serat elastin, ada degenerasi bertahap dan pengurangan jumlah serat kolagen. Hal ini menyebabkan penurunan kekuatan kulit, sehingga menjadi kendur.

Penipisan Kulit. Secara umum, mulai sekitar 45 tahun, terjadi penipisan di semua lapisan kulit, termasuk epidermis, dermis, dan subkutis. Proses ini lebih menonjol pada wanita dibandingkan pada pria. Ada juga “perataan bertahap lampiran bergelombang” antara epidermis dan dermis. Semua perubahan di atas menyebabkan munculnya kerutan dan hilangnya elastisitas kulit. Akibat kehilangan kekuatan dan ketebalan kulit, dan lapisan di bawahnya, menyebabkan kulit menjadi lebih rentan. Dengan bertambahnya umur, ada kecenderungan untuk perluasan perdarahan lokal sebagai akibat dari trauma minimal. Hal ini terjadi sebagai akibat dari rendahnya kualitas kulit, serta peningkatan kerapuhan pembuluh darah.

Perubahan lain akibat pertambahan usia Dengan bertambahnya usia, perubahan signifikan terjadi di kulit yang mempengaruhi kadar air, tingkat dan lokasi pertumbuhan rambut, pigmentasi, dan ukuran kelenjar sebaceous. Kulit kering merupakan sebagian akibat dari penurunan bertahap dalam aktivitas kelenjar sebaceous. Penurunan ini jelas terlihat setelah massa menopause pada wanita, dan pada usia lanjut pada pria. Sebum yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous membentuk lapisan lipid tipis di atas permukaan kulit. Lapisan lipid ini berfungsi sebagai penghalang untuk mencegah penguapan air dari kulit. Penurunan produksi sebum sehingga akan menyebabkan kulit menjadi kering. Ada juga penurunan kemampuan kulit untuk mempertahankan kadar airnya. Kulit sangat kering pada orang tua dapat menjadi gangguan dan dapat menyebabkan gatal-gatal yang parah. Istilah medis untuk kekeringan ekstrem adalah xerosis.

2. Perubahan karena faktor lingkungan

Paparan sinar matahari adalah penyebab lingkungan utama dari kerusakan kulit, bersama dengan lainnya faktor eksternal seperti paparan dingin dan angin. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, faktor utama dalam pembentukan kerutan dan hilangnya kekencangan kulit adalah rusaknya serat elastin. Degenerasi serat ini, yang terjadi secara alami secara bertahap mengakibatkan penuaan kulit, diintensifkan oleh paparan sinar matahari. Tambahan karakteristik photoaging adalah pigmentasi tidak merata, munculnya bintik-bintik penuaan, kemungkinan perkembangan tumor kulit, dan munculnya pebaran pembuluh darah di kulit. Dengan penurunan kuantitas dan kualitas serat elastin, maka kulit mulai mengendur. Ketika serat elastin merosot, kulit secara bertahap mengalami kerutan. Setiap orang tua di usia 75 tahun memiliki kerutan di atas permukaan kulit. Oleh karena itu  untuk mengatasi problematik kulit tersebut anda membutuhkan krim pelembab dan krim anti-kerut.

Hadi Nugraha adalah penulis utama di website Rich Amor Indonesia.
Anda berprofesi dokter atau ahli kecantikan? Silahkan kirim artikel untuk ditampilkan di website ini. Topik yang diperkenankan adalah mengenai perawatan kulit, kebugaran, dan kesehatan lainnya.
Tagged with: