Produk kecantikan dan kosmetik yang aman

Kosmetik yang aman

Memilih produk kosmetik yang aman

Produk kecantikan kulit wajah, mempunyai makna yang sangat luas dan pada dasarnya mencakup 2 bagian. Pertama, produk kosmetik untuk membuat tampilan wajah agar terlihat cantik. Kedua produk perawatan wajah (skincare product) yang bertujuan agar mengatasi berbagai problem kulit dan lebih bersifat klinis untuk tujuan pengobatan. Kadangkala kita salah mengartikan dan menyeragamkan dua istilah tersebut. Padahal kosmetik memiliki scoop terbatas dan berkonotasi artifisial, yaitu sebatas polesan untuk memperbaiki penampilan saja.

Tentunya menentukan apa yang akan dipakai harus dengan pertimbangan yang kritis dan cermat. Bukan hanya terfokus pada hasil jangka pendek, namun harus memperhatikan aspek keamanan dan efektifitas dari bahan yang dikandungnya.  Apalagi saat ini konsumen dibanjiri dengan berbagai pariwara dari merk-merk yang belum mempunyai lisensi dari otoritas yang berwenang (Badan POM). Dan diperparah dengan semakin maraknya produk kosmetik palsu (maskara, lipstik, pewarna rambut, eye liner, eye shadow, krim kulit dll) yang terbuat dari bahan-bahan berbahaya.

Menurut salah satu berita terbaru, eye liner dari merk terkenal yang dipalsukan mempunyai 46 kali melebihi batas kandungan tembaga yang diizinkan. Ini jelas tidak layak digunakan pada mata. Bukannya wajah anda akan menjadi cantik, justru mendatangkan masalah baru yang lebih besar. Alih-alih ingin menjadi cantik dengan harga yang murah, yang didapatkan adalah wajah menjadi lebih rusak dan lebih mahal lagi biaya perawatannya.

Jadi, berhati-hatilah. Merujuk pada hasil analisa Badan POM saat akan menentukan apa yang akan dipakai, adalah pilihan yang cerdas agar terhindar dari bahan berbahaya. Merk terkenalpun bukan alasan utama dalam menentukan pilihan (apalagi yang tidak bermerk). Karena dalam beberapa pengumuman dari Badan POM, merk terkenalpun pernah ada yang harus ditarik kembali dari pasaran.

Yang menjadi momok bagi kulit anda adalah merkuri. Zat ini benar-benar harus anda takuti, karena efeknya hanya bisa hilang dalam rentang waktu yang sangat lama.

 

Tips Memilih Produk Kosmetik Yang Aman

Yang pertama kali kita lihat adalah ijin edar dari Badan POM. Untuk mengeceknya silahkan untuk mengakses halaman http://pom.go.id/webreg/

Yang kedua adalah tanggal kadaluarsa. Menurut pakar bedah plastik dari Schlessinger Eye and Face, yaitu Dr. David Schlessinger, bahan-bahan yang telah melewati batas kadaluarsa sangat dicurigai akan terdapat bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi. Oleh karena itu lihatlah box dari kemasannya, pastikan bahwa apa yang akan anda beli masih dalam rentang aman.

Yang ketiga sebelum menentukan produk kecantikan kulit adalah memeriksa kandungan bahannya.
Produk yang komposisi pembuatnya dari bahan alami dan organik biasanya tidak memakai bahan pengawet kimia. Sehingga banyak bahan alami dan organik akan cepat terurai bila terpapar matahari dan udara. Caranya adalah dengan melihat kondisi warna dan bau, bila mempunyai perbedaan signifikan dari yang biasa dipakai, maka sebaiknya dibuang karena telah teroksidasi dan/atau bakteri telah berkembang biak. Minyak wangi dan lotion dari bahan alami dapat bertahan hingga 3 tahun, sedangkan make-up di luar lipstik bisa bertahan untuk 1 tahun. Produk kosmetik dan perawatan kulit alami hanya mampu bertahan 6 bulan.

Bahan kosmetik yang aman

Berikut beberapa contok bahan yang terdapat di dalam kosmetik yang aman untuk digunakan. Namun berapa tingkat konsentrasinya agar dinyatakan aman, harus anda ketahui terlebih dahulu.

Retinol : Retinol merupakan vitamin A dari substansi hewani  dan merupakan bentuk vitamin A yang sudah dikenal luas. Retinol mempunyai fungsi untuk meningkatkan kolagen, memperbaiki pembuluh darah, mempercepat regenerasi sel, mengatasi jerawat dan menghilangkan noda bekas jerawat, mengatasi kulit kusam, serta menghilangkan flek. Selain retinol, vitamin A juga bisa didapatkan dari Retinoid Acid (Tretinoin dan Retin A), yang biasanya diberikan dengan resep dokter. Walaupun berhubungan namun keduanya mempunyai perbedaan yang cukup banyak. Perhatikanlah berapa persen kandungan retinol dan retinoid acid yang akan dipakai. Dalam konsentrasi yang terlalu tinggi, bahan ini dapat menyebabkan iritasi.

Alpha-Hydroxy Acids (AHA): AHA berfungsi untuk membuang sel yang sudah rusak dan kulit mati, mengurangi garis halus, bintik hitam, serta bisa untuk mengatasi sisa bekas jerawat. Dalam konsentrasi kurang dari 3%, AHA mampu bekerja sebagai agen pengikat air.

Hyaluronic Acid / Asam Hialuronat (HA): Asam hialuronat mampu menyerap air dan membuat kulit menjadi lebih kenyal. Salah satu aplikasi dari asam hialuronat adalah sebagai jaringan pengisi lunak untuk mengatasi kerutan dan lipatan di wajah. Moisturizer yang mengandung HA dapat membantu perbaikan kulit dan tumbuhnya sel baru. Juga dapat mengatasi kulit kering, atau iritasi. Krim HA, pelembab, dan krim mata, biasanya dijual dengan harga yang cenderung mahal.

Peptida: Peptida banyak disebut sebagai bahan produk kosmetik dan perawatan kulit paling efektif. Penelitian telah menunjukkan bahwa protein kecil yang merangsang kolagen dan elastin juga bertindak sebagai antioksidan. Tembaga yang biasanya bersarang di setiap sel akan bergabung dengan peptida untuk meningkatkan penyembuhan.

Hydroquinone: Zat ini sangat efektif untuk menyingkirkan masalah pigmentasi kulit dan mengurangi jumlah melanin. Produk kosmetik dan kecantikan kulit biasanya mengandung hydroquinone 2%, versi resep berisi 4%. Walaupun dinyatakan bahan kosmetik yang aman oleh FDA, belakangan ini sering menjadi perdebatan. Yang harus diperhatikan adalah konsentrasi dari HQ agar bisa aman dan nyaman dipakai. Beberapa negara eropa hanya membolehkan HQ maksimum 2%.

 

Hadi Nugraha adalah penulis utama di website Rich Amor Indonesia.
Anda berprofesi dokter atau ahli kecantikan? Silahkan kirim artikel untuk ditampilkan di website ini. Topik yang diperkenankan adalah mengenai perawatan kulit, kebugaran, dan kesehatan lainnya.
Tagged with: