Cara Menghilangkan Jerawat Merah Meradang

Kita pasti sering melihat tampilan jerawat yang di sekeliling kulitnya merah-merah, dan di daerah tersebut tidak terdapat mata jerawat. Itu adalah salah satu ciri dari jerawat meradang, atau jerawat inflamasi. Cara menghilangkan jerawat meradang secara cepat dapat dilakukan setelah kita mengenal sumber penyebabnya.

Kaitan antara jerawat, bakteri jerawat dan peradangan juga perlu diketahui, agar cara menghilangkan jerawat merah meradang bisa tepat sasaran.

Penyebab Jerawat Meradang

Jerawat merah meradang adalah sebuah kondisi di mana terjadi peradangan oleh sistem imunitas tubuh akibat perlawanannya terhadap infeksi. Seperti yang kita ketahui di pelajaran SMP atau SMA, bahwa sel darah putih mempunyai tugas untuk melindungi tubuh dari serangan benda asing. Hal tersebut adalah reaksi alami dari tubuh untuk melawan serangan yang mengganggu tubuh kita.

Akibat perlawanan sel darah putih tersebut, maka kulit menjadi merah, mungkin terasa gatal, bengkak dan ada rasa nyeri saat kita pegang. Perlu diluruskan bahwa peradangan jerawat bukanlah disebabkan oleh Propionibacterium acnes (P-Acnes), namun bakteri tersebut memang bisa menjadi mediator yang akan membuat jerawat meradang akan semakin menyebar lebih banyak.

Hal tersebut diakibatkan oleh P-Acnes yang memproduksi zat kimia tertentu sehingga kulit menjadi lebih sensitif terhadap interleukin-8. Jadi pada saat hormon perangsang kortikotropin melepaskan histamin dari sel tanduk, maka interleukin-8 kemudian akan menariknya ke lapisan pori-pori. Pori-pori yang mengalami peradangan akan mendesak bakteri jerawat untuk mencari tempat baru. Yang akibatnya adalah jumlah jerawat dan area peradangan akan bertambah.

Jerawat adalah jenis penyakit kulit yang mempengaruhi hampir 80 persen remaja dan menjelang dewasa. Bahkan saat anda telah dewasa pun jerawat tetap bertahan, dan dapat menyebabkan jaringan parut serta hiperpigmentasi. Jerawat yang ditemukan di pipi, dahi, dagu, dan punggung, terjadi di dalam kelenjar sebasea. Kombinasi produksi sebum yang meningkat dan hiperproliferasi abnormal keratinosit membentuk lesi mikroskopik yang disebut microcomedo.

Akumulasi selanjutnya dari sebum, pembesaran folikel, dan pembentukan bahan keratinous di dalam microcomedo akan menyebabkan terbentuknya komedo. Perspektif konvensional berpendapat bahwa P-Acnes, yang hadir pada kulit normal, mengkolonisasi duktus dari kelenjar sebasea kemudia menyebabkan reaksi dari imun alami, dan progresi dari komedo non-peradangan yang disebut ke papula, pustula, atau nodula inflamasi.

Namun, sudut pandang ini mendapat sorotan tajam selama beberapa dekade terakhir, karena beberapa bukti lain menunjukkan bahwa peradangan dapat terjadi sepanjang siklus hidup dari jerawat. Bahkan mungkin telah terjadi secara subklinis sebelum pembentukan komedo. Bukti ini menantang nomenklatur yang dikenal saat ini seputar diskusi mengenai jerawat non-peradangan versus jerawat peradangan. Dan bukti tersebut menunjukkan bahwa nomenklatur ini sudah usang dan tidak tepat.

Beberapa uji klinis komparatif juga mendukung keterlibatan peradangan pada awal jerawat. Studi ini menyelidiki efektivitas beberapa bahan yang memiliki sifat anti-peradangan baik secara langsung atau tidak langsung. Termasuk diantaranya adalah dapson, retinoid, antibiotik, dan benzoil peroksida.

Dapson adalah substansi anti-peradangan dengan beberapa mekanisme potensial yang berkontribusi terhadap keefektifan klinisnya. Manfaatnya adalah untuk menghambat pelepasan interleukin (IL)-8 dari keratinosit, dan telah terbukti bisa mencegah peroksidasi lipid, serta rekrutmen neutrofil.

Krim atau cairan retinoid, seperti adapalen, juga dikenal memiliki sifat anti-peradangan, mengurangi ekspresi TLR2 makrofag, efektif dalam mengobati jerawat pada tahap awal, serta secara signifikan mengurangi lesi comedonal dan peradangan.

Artikel yang berkaitan : cara mengobati jerawat

Kontribusi P-Acnes Terhadap Jerawat Meradang

Peran P-Acnes dalam teori pembentukan jerawat meradang telah dikenali lebih dari satu abad. Studi biopsi pada pasien dengan jerawat yang meradang secara klinis mengkonfirmasi hubungan antara P-Acnes dan peradangan jerawat, yang menunjukkan bahwa Propionibacteria dapat diidentifikasi pada 68 persen pemilik jerawat dalam satu hari, dan 79 persen saat berusia tiga hari.

Selanjutnya penelitian menunjukkan bahwa injeksi P-Acnes ke daerah kulit yang tidak terpengaruh pada pasien dengan jerawat menyebabkan terbentuknya peradangan dan pustula. Dan injeksi P-Acnes ke dalam kista keratin menyebabkan peradangan mendalam, sehingga mendukung peran P-Acnes sebagai agen penyebab jerawat meradang.

Dari perspektif klinis, hubungan P-Acnes dengan peradangan didasari oleh penelitian yang menunjukkan bahwa antimikroba, seperti tetrasiklin dan minocycline, dapat mengatasi bakteri jerawat pada pasien dengan jerawat yang cukup parah, dengan pengurangan cukup substansial (sampai 50%). Juga dilaporkan efek bakteriostatik poten dari agen antimikroba benzoil peroksida. Dengan demikian, penyelidikan klinis menunjukkan adanya P-Acnes pada jerawat tahap akhir, kecenderungan pengembangan peradangan dan pustula klinis saat P-Acnes diaplikasikan pada kulit yang tidak terpengaruh, dan sifat pengurang antimikroba topikal dan oral. Berdasarkan bukti tersebut, P-Acnes diidentifikasi sebagai agen penyebab peradangan pada jerawat, dengan pembengkakan yang menyertai proliferasi P-Acnes.

Namun sebuah studi baru-baru ini tentang sampel biopsi dari pasien berjerawat menunjukkan adanya hubungan alternatif antara P-Acnes dan pelepasan mediator peradangan. P-Acnes diketahui melepaskan berbagai protease eksogen, yang melalui aktivasi reseptor-aktif-protease-2 (PAR-2) pada keratinosit, dapat meningkatkan transkripsi sitokin proinflamasi, termasuk IL-1α, IL-8, dan tumor necrosis factor-α, serta berbagai metaloproteinase matriks dan LL-37. Jadi, selain stimulasi proses peradangan melalui aktivasi TLR, data ini menunjukkan jalur lain, yang melibatkan aktivasi PAR-2, yang bisa menghubungkan P-Acnes dengan kejadian peradangan.

Meskipun beberapa laporan awal melibatkan P-Acnes sebagai faktor penyebab utama dalam pengembangan peradangan jerawat, namun banyak pengamatan tidak sependapat dengan gagasan ini. Ahli lain menemukan kepadatan Propionibacteria yang jauh lebih tinggi pada pasien berjerawat dibandingkan dengan orang tanpa jerawat. Namun tidak bisa menunjukkan hubungan antara kerapatan P-Acnes dengan tingkat keparahan peradangan.

Memang, dalam penelitian ini, ada kepadatan P-Acnes yang lebih rendah pada dahi pasien dengan papula atau pustula besar (dengan atau tanpa nodulocystic), dibandingkan pada individu yang tidak memiliki peradangan. Ahli lainnya tidak menemukan perbedaan yang signifikan. Dalam proporsi unit pilosebase yang meradang yang mengandung P-Acnes saat dibiopsi setelah 1 atau 3 hari perkembangan, sekali lagi gagal untuk membentuk hubungan antara kepadatan P-Acnes dan perkembangan atau perkembangan peradangan.

Selain itu, beberapa penelitian independen juga menunjukkan bahwa komedo tidak dikolonisasi secara universal oleh P-Acnes. Hal ini mendukung argumen bahwa mikroorganisme tidak diperlukan untuk pembentukan komedo. Lavker mempelajari galur folikuler yang diambil dari anak-anak berusia 9 sampai 12 tahun dengan komedo terbuka dan tertutup. Mereka tidak menemukan bukti kolonisasi P-Acnes, sehingga meningkatkan dugaan bahwa kejadian awal pembentukan komedo mungkin terjadi tanpa adanya P-Acnes.

Sehingga secara kolektif, temuan ini dengan meyakinkan telah menunjukkan bahwa hanya proporsi kecil saja pada jerawat, (apakah sejak dini saat pembentukan atau ketika sudah meradang), yang melibatkan bakteri atau mikroorganisme. Dengan demikian, nampak bahwa P-Acnes tidak diperlukan untuk pengembangan peradangan jerawat, terlepas dari jenisnya. Respon peradangan dapat terjadi walau tidak ada P-Acnes menyimpulkan bahwa proses peradangan terjadi melalui jalur imunokimia berbeda dari P-Acnes. Dalam hal ini, menambah bukti yang mendukung peran penting kelenjar sebaceous dalam terbentuknya peradangan pada jerawat.

Beberapa bukti konvergen menunjukkan bahwa peradangan dapat terjadi selama perkembangan jerawat, baik pada tahap terakhir dimana papula, pustula, dan nodul peradangan telah hadir, atau juga pada tahap awal perkembangan komedo. Memang, banyak kelas mediator pemicu peradangan yang sama telah terlibat dalam pengembangan peradangan pada keduanya.

Berdasarkan data yang disajikan dalam tinjauan ini, dapat dikemukakan bahwa klasifikasi lesi tahap awal sebagai non-peradangan tidak tepat dan salah. Lesi tahap awal juga memiliki sifat peradangan, dan dapat diobati secara efektif dengan obat anti-peradangan. Dengan demikian, kesepakatan mengenai jerawat meradang saat ini harus dipertimbangkan kembali berdasarkan pemahaman menyeluruh kita tentang pembentukan jerawat.

Dari referensi lain disebutkan bahwa yang menyebabkan peradangan jerawat adalah kondisi kekebalan tubuh yang menurun. Hal itu biasanya terjadi ketika kondisi psikologis sedang tidak baik. Kondisi yang tidak stabil tersebut akan merangsang pelepasan histamin sehingga menyebabkan iritasi. Selain itu pemicunya dapat berasal dari beberapa kelompok makanan.

Apabila kondisi psikis sudah stabil, produksi histamin dapat ditekan, serta infeksi sudah hilang, maka peradangan dapat ditekan.

Kesimpulan dari materi di atas adalah :

  1. Peradangan jerawat bisa terjadi dengan atau tanpa ada keterlibatan bakteri jerawat.
  2. Hormon stres juga bisa memicu pelepasan histamin, sehingga mengakibatkan iritasi kulit.
  3. Setiap perawatan jerawat yang juga membunuh sel kulit sehat akan memicu pelepasan lebih banyak sebum. Yang akibatnya akan menyebabkan lebih banyak jerawat.
  4. Kekhawatiran yang terlalu berlebihan tentang bakteri jerawat juga akan meningkatkan radang kulit.

Nah, dengan paparan di atas kita bisa lebih mengetahui cara mengatasi jerawat meradang. Dan berikutnya kita ulas beberapa makanan yang harus kita hindari, dan sebaiknya dikonsumsi, agar proses pengobatan jerawat meradang bisa lebih cepat dan efektif.

 

Cara Menghilangkan Jerawat Meradang: Gaya Hidup, Makanan

Anda dapat mencegah peradangan asalkan pori-pori kulit bebas dari sumbatan (baik oleh kotoran ataupun kulit mati).
Caranya adalah dengan menghilangkan kulit mati seperti yang pernah di bahas di artikel kami yang berjudul Cara Menghilangkan Jerawat.

Pertimbangan bahwa jerawat sebagai penyakit radang kronis juga menimbulkan pertanyaan penting seputar cara mengobati jerawat meradang. Pedoman pengobatan secara tradisional menganjurkan penggunaan retinoid oles untuk pengobatan jerawat. Namun dengan adanya temuan mengenai peradangan kronis pada jerawat, maka menggabungkan retinoid dengan obat anti-peradangan yang memiliki mekanisme aksi nonoverlapping (tidak bekerja tumpang tindih) dapat memberikan keuntungan berlipat pada khasiatnya.

Itulah mengapa produk Rich Amor merupakan dapat menghilangkan jerawat merah meradang yang efektif, karena berhasil menggabungkan beberapa komponen untuk meredakan peradangan, dan sebagai anti-biotik yang membunuh P-Acnes.

Agar cara menghilangkan jerawat meradang bisa berjalan efektif dan cepat, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan sendiri. Yaitu dengan melakukan perubahan pada gaya hidup dan pemilihan menu makanan yang harus dikonsumsi (dan yang harus dihindari) agar peradangan lekas diatasi.

Berpikir tenang, hindari stres. Jerawat seringkali membuat bingung, bahkan mengakibatkan stres. Tapi kondisi tersebut justru akan memperparah kondisi jerawat sehingga mengakibatkan peradangan jerawat lebih hebat. Lakukanlah yoga, berekreasi, atau kesibukan yang dapat melupakan problem jerawat yang sedang dihadapi.

Dengan menghindari beberapa kelompok makanan ini akan dapat menghilangkan jerawat meradang lebih cepat :

  1. Susu sapi (terutama susu homogen yang dipasteurisasi, keju, yogurt, krim, dan lain-lain.).
  2. Biji halus dan tepung putih.
  3. Hasil pertanian yang mendapat semprotan pestisida (bisa menimbulkan malapetaka pada usus dan mengganggu kadar hormon).
  4. Lemak trans (makanan panggang komersial, margarin, makanan cepat saji, makanan gorengan).
  5. Alkohol (baca artikel bahaya alkohol bagi kulit)
  6. Daging olahan yang mengandung nitrit, nitrat, bahan pengawet lainnya.
  7. Makanan yang mengandung kadar indeks glikemik tinggi sehingga memacu gula darah, dan menyebabkan glikasi dan peradangan yang terus-menerus.
  8. Minyak nabati (kanola, bunga matahari, kedelai, biji kapas, minyak jagung).
  9. Asam lemak omega-6.
  10. Makanan aditif, pengawet, rasa buatan, dan lain-lain.

Di lain pihak ada beberapa jenis makanan yang dapat meredakan peradangan dan serta memperbaiki jerawat anda. Berikut daftar makanan yang sangat baik untuk menghilangkan jerawat meradang :

  1. Ikan (hanya tertangkap liar, bukan ikan ternak), sebagai sumber asam lemak omega-3 untuk anti-peradangan.
  2. Jahe (terutama jahe segar).
  3. Kunyit (cari akar kunyit segar).
  4. Brokoli (dan sayuran hijau gelap lainnya).
  5. Menggunakan minyak kelapa sebagai bahan untuk memasak.
  6. Makanan fermentasi (misalnya asinan kubis).
  7. Teh putih.
  8. Telur.
  9. Kemangi.
  10. Ceri.
  11. Buah berry, seperti blueberry, raspberry, strawberry.
  12. Pepaya.
  13. Minyak zaitun.
  14. Ubi.
  15. Jangan memakai ekstrak teh hijau, tapi minumlah teh hijau.
  16. Daripada anda mengkonsumsi berbagai suplemen untuk meredakan jerawat meradang, sebaiknya anda memilih menu makanan sehat seperti yang telah disebutkan di atas. Karena seringkali mengkonsumsi suplemen malah mengalihkan perhatian anda dari memperbaiki akar penyebab jerawat, dan meningkatkan beban beracun di tubuh.

Hindari juga untuk memegang jerawat, apalagi memencetnya karena akan membuat peradangan semakin melebar. Selain itu anda harus membuat kulit lebih tenang dengan cara memberikan krim pelembab (non comedogenic). Usahakan agar kulit selalu terjaga kelembabannya dengan cara menyemprotkan air segar ke wajah, atau dengan mengkompresnya dengan es batu selama sekitar 1 menit (tidak lebih). Serta jauhi pemakaian sabun yang kasar, mengandung parfum dan detergen kuat.

cara menghilangkan jerawat meradang merah dengan es batu

Peradangan hanya satu bagian masalah, tapi anda juga perlu mencegah terbentuknya jerawat sejak dini, dan mengobati jerawat bila sudah terjadi.

Sedangkan untuk menghilangkan bekas jerawat meradang tidak lah begitu sulit. Karena merah, dan bengkak akan sendirinya mengempis setelah peradangan diatasi. Namun untuk mempercepat hilangnya bekas jerawat yang berwarna merah dan noda hitam, maka anda bisa merangsang proses peremajaan kulit lebih cepat, serta memberikan nutrisi kepada kulit berupa anti-oksidan setelah peradangan kulit telah tenang.

Demikian tadi beberapa cara menghilangkan jerawat meradang yang penting anda ketahui. Baca juga artikel : Menghilangkan Bekas Jerawat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *