Merawat Kulit Agar Terhindar dari Jerawat

Rich Amor Indonesia

1. Jagalah wajah anda agar senantiasa bersih. Walaupun anda tidak memiliki jerawat, namun tetap penting mencuci muka dua kali sehari untuk menghilangkan kotoran, sel kulit mati, dan minyak ekstra dari permukaan kulit anda. Sebaiknya anda tidak mencuci lebih dari dua kali sehari. Kecuali bila sabun yang anda gunakan adalah sabun medis. Menggunakan sabun yang keras (seperti sabun deodoran tubuh) dapat melukai kulit sudah meradang dan menyebabkan iritasi. Gunakan air yang hangat, namun tidak panas, dan susu pembersih ringan.

Hindari menggosok kulit anda dengan kain lap yang kasar. Selalu bilas dengan baik, dan kemudian keringkan wajah anda dengan handuk bersih.

2. Menggunakan pelembab. Banyak produk anti jerawat yang mengandung bahan-bahan yang membuat kulit menjadi kering. Sehingga gunakanlah selalu pelembab yang meminimalkan kekeringan dan kulit mengelupas secara hebat. Carilah “noncomedogenic” pada label produk yang digunakan, dan tidak menyebabkan jerawat.

3. Perhatikan apa yang dipakai pada rambut anda. Hindari menggunakan wewangian, minyak rambut, atau gel pada rambut. Jika anda menggunakan produk-produks tersebut kemudian menempel pada wajah, maka akan dapat memblokir pori-pori dan mengiritasi kulit. Gunakan sampo lembut dan kondisioner. Rambut berminyak dapat menambah minyak di wajah, sehingga cucilah rambut lebih sering, terutama jika sedang berjerawat. Punya rambut yang panjang? Jagalah agar menjauh dari wajah.

4. Cobalah terlebih dahulu produk jerawat di apotik. Produk jerawat ini tidak perlu resep dokter. Sebagian besar dari mereka memiliki bahan-bahan seperti benzoil peroksida, asam salisilat, asam glikolat, atau asam laktat, yang bakteri trotoar dan kulit kering. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kulit kering atau mengelupas. Jadi mulailah menggunakannya secara sedikit-sedikit. Kemudian anda dapat menyesuaikan seberapa banyak menggunakan dan seberapa sering.

5. Jauhkan tangan dari wajah. Hindari menyentuh wajah atau menopang pipi atau dagu di tangan. Tidak hanya dapat menyebarkan bakteri, tangan yang kotor juga dapat mengiritasi kulit wajah yang sedang meradang. Jamgamlah sesekali memencet paksa jerawat dengan jari-jari, karena dapat menyebabkan infeksi dan jaringan parut.

6. Gunakan makeup ringan. Selama berjerawat agar menghindari pemakaian foundation, bedak, atau blush on. Jika terpaksa memakai makeup, maka untuk membersihkannya membutuhkan toner. Jika memungkinkan, pilih kosmetik bebas minyak tanpa pewarna tambahan, dan bahan kimia berat. Pilih makeup yang diberi label sebagai “noncomedogenic,” yang berarti tidak harus menyebabkan jerawat. Membaca daftar bahan pada label produk sebelum membeli.

7. Lindungi kulit dari matahari. Sinar ultraviolet matahari dapat meningkatkan peradangan dan kemerahan, dan dapat menyebabkan hiperpigmentasi pasca inflamasi (warna gelap). Beberapa obat jerawat dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Batasi waktu anda di bawah sinar matahari, terutama antara jam 10:00 dan 02:00, dan memakai pakaian pelindung, seperti kemeja lengan panjang, celana, dan topi bertepi lebar. Apakah memiliki jerawat atau tidak, selalu menerapkan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi setidaknya 20 menit sebelum paparan sinar matahari. Carilah “noncomedogenic” di label tabir surya untuk membuat jerawat baru kurang mungkin. Membaca bahan pada label produk untuk mengetahui apa yang akan anda pakai pada kulit anda.

8. Berikan nutrisi pada kulit. Kebanyakan ahli setuju bahwa makanan tertentu, seperti cokelat, tidak menyebabkan jerawat. Namun, masuk akal untuk menghindari makanan berminyak dan junk food. Perbanyaklah mengkonsumsi buah dan sayuran segar. Produk susu olahan dan makanan tinggi gula dapat memicu jerawat.

9. Berolah raga setiap hari. Olahraga teratur akan sangat baik untuk tubuh anda, termasuk bagi kulit. Ketika berolahraga hindari mengenakan pakaian atau menggunakan peralatan latihan yang menggosok kulit dan dapat menyebabkan iritasi. Mandi atau mandi setelah berolahraga.

10. Relaks. Beberapa studi menghubungkan stres dengan parahnya jerawat atau jerawat.

Jika ragu, periksa dengan dokter kulit untuk melihat apakah anda membutuhkan lebih banyak perawatan untuk mencegah atau menghilangkan jerawat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *